Cara Menyimpan ASI dan Menyajikan ASI yang Hangat

ASI atau air susu ibu merupakan cairan sekresi dari kelenjar payudara ibu yang baru hamil dengan susu alamiah dan memiliki nutrisi dan energi dan diproduksi sejak mas kehamilan. ASI merupakan makanan wajib untuk bayi 0 hingga 6 bulan karena gizi yang terkandung didalamnya sangat penting untuk perkembangan dan pertumbuhan bayi secara optimal. Ketika ASI diberikan maka tidak ada tambahan makanan maupun minuman lainnya dari luar seperti susu formula, air teh, madu, air putih maupun makanan lembut seperti bubur, tim maupun biskuit. Pemberian ASI dengan cara menyusui maupun memompa dengan cara memerahnya dan menyimpannya lalu diberikan kepada bayi namun cara menyimpan ASI harus tepat.

Berikut adalah cara menyimpan air susu ibu diantaranya:

  • Gunakan botol yang steril dan bersih, pilih botol plastik khusus yang menggunakan BPA free.
  • Berikan label kantung atau botol ASI, berikan tanggal dan waktu menyimpan dan memompa serta gunakan pulpen yang tahan air.
  • Label ini akan berguna ketika akan menggunakan ASI sehingga akan dapat diurutkan sesuai tanggal penyimpanan terdahulu.
  • ASI perah dapat disimpan dalam lemari pendingin.
  • Sebaiknya tidak menyimpan ASI dibagian pintu lemari pendingin karena akan mudah terpapar cahaya dari luar.
  • Sebaiknya rutin melakukan pengecekan pada lemari pendingin untuk 3 kali dalam sehari.
  • Jika memompa ASI sebaiknya dalam keadaan dingin dan pastikan susu tetap terjaga dengan baik.

Selain itu, untuk menyimpan ASI gunakan alat pompa bersih dan bersihkan dengan air hangat setelah memompa ASI dengan sabun lalu bilas dan keringkan. Tetap cuci tangan setelah memompa ASI dan menimpanya serta jaga kebersihan setiap benda yang memungkinkan perkembangan bakteri dalam ASI yang akan disimpan. Untuk tidak membuat mubadzir disarankan untuk menyimpan ASI 60 hingga 120 ml dalam satu botol ASI. Suhu kamar dengan 25 derajat Celcius adalah suhu yang cocok untuk penyimpanan ASI, cooler box dengan es batu, kulkas yang memiliki suhu 4 derajat Celcius atau lebih rendah, freezer dengan kulkas -10 derajat Celcius dan freezer dengan suhu -18 derajat Celcius.

ASI terdiri atas 3 yaitu kolostrum, ASI peralihan dan ASI matang. Kolostrum dengan cairan kuning yang dihasilkan pada hari pertama dengan kandungan antiinfeksi dan protein sehingga akan memenuhi gizi maupun protein pada bayi yang baru lahir. ASI peralihan merupakan air susu yang diproduksi pada hari ke 8 hingga 20 dengan kadar protein lebih rendah namun memiliki vitamin dan laktosa lebih tinggi. ASI matang merupakan air yang dihasilkan setelah 21 hari dengan kandungan 90% air dan 10% karbohidrat, lemak dan protein untuk perkembangan bayi.

Berikut adalah cara menyajikan ASI yang disimpan:

  • Gunakan ASI yang disimpan terlebih dahulu.
  • Mencairkan ASI beku selama 12 hingga 24 jam dalam freezer dan meletakkannya dalam semangkuk air hangat.
  • Dapat juga menggunakan air dingin yang mengalir lalu menggunakan air hangat.
  • Hindari untuk mencairkan susu pada suhu kamar secara langsung.
  • Kocok ASI untuk dapat mencairkan lemak dengan foremilk dan handmilk sehingga dapat menyatu.

Cara menyajikan susu adalah tidak mencairkannya dengan microwave atau air panas karena dapat merusak kandungan gizi dalam ASI. Sebelum memberikan ASI pada bayi maka sebaiknya mengecek suhunya dan pastikan terasa hangat dengan suhu 32 hingga 37 derajat Celcius. Cara menyimpan ASI perlu diperhatikan supaya ASI tetap baik dan sehat untuk dikonsumsi bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *