Keistimewaan Sholat Sunnah Rowatib

Dalam Islam, sholat sunnah (nawafil) sangat dianjurkan. Hal ini karena sebagian ulama menggunakan qiyaskan (menganalogikan) sebagai “tambahan” pada shalat wajib (maktubah). Seperti diketahui, suplemen adalah produk yang digunakan untuk melengkapi makanan yang mengandung satu atau lebih vitamin, mineral, asam amino, lemak dan lain-lain, yang bila dimakan tubuh terasa sehat dan energik. Berbicara sholat sunnah sudah banyak buku tematik sekolah dasar yang menuntun sholat sunnah. Begitu pula dengan shalat sunnah, khususnya sholat rawatib (sholat sunnah yang mengiringi sholat wajib) menjadi kekuatan untuk menunjang dan meningkatkan sholat wajib yang kita lakukan.

Sebutan Pengelompokan Salat Sunnah

Para sarjana berbeda dalam hal menyebutkan banyak dan serupa doa sunat. Jika dilihat dari segi prioritas, shalat sunnah tergolong muakkad (utama) dan shalat sunat ghair muakkad (biasa). Jika dari sisi amalan Rasulullah Saw, Imam Ghazali dalam kitab Asrarus Salat min Rub’il Ibadat menyebut tiga istilah, yaitu sahlat sunnah, mustahab dan tathawwu ‘.

Sholat sunnah merupakan doa yang dikutip langsung oleh Rasulullah Saw yang dilakukannya secara terus menerus. Misalnya shalat rawatib, sholat dhuha, sholat tahajud, sholat witir dan lain sebagainya. Sholat mustahab adalah sholat yang prioritasnya dijelaskan dalam hadits, namun tidak ada bukti bahwa Nabi SAW melaksanakannya secara terus menerus.

Seperti shalat sebelum keluar rumah, sholat setelah perjalanan, sholat pada beberapa malam dan pada hari-hari tertentu (sholat sunnah pada minggu malam, sholat sunnah pada hari senin) dan lain sebagainya. Adapun shalat tathawwu merupakan shalat yang berbeda dengan keduanya, yaitu shalat yang tidak ada penjelasannya dalam hadits atau atsar. Namun seorang hamba melakukannya sebagai munajat kepada Allah SWT. Inilah yang ingin disampaikan oleh hamba yang ingin menghampiri Tuhan dengan ikhlas (tabarru ‘).

Dilihat dari jumlah raka’atnya, Sayyid Sabiq dalam kitab Fiqh Sunnah menyebutkan bahwa shalat sunat terbagi menjadi dua yaitu mutlaq dan muqayyad. Sholat sunat mutlak diperuntukkan bagi orang yang hanya berniat sholat saja, tidak peduli berapa rakaatnya. Sedangkan sunnah muqayyad merupakan shalat sunnah yang jumlah rekaatnya ditentukan. Muqayyad sunnah dibagi lagi menjadi dua, yaitu sholat sunnah yang menyertai shalat lima waktu (rawatib) dan sholat sunnah yang tidak menyertai sholat wajib.

Total Rakaat Shalat Sunnah Rawatib dan Keistimewaannya

Secara umum jumlah muakkad sunnah rawatib dan muakkad ghair adalah 22 rakaat. Sebagaimana disebutkan dalam beberapa kitab Fiqh madhhab Syafii, seperti kitab Ad Durorul Bahiyyah, As Sayyid Abu Bakar Muhammad Syatho, dan kitab I’anatuth Thalibin karangan As Sayyid Al Bakri menyatakan bahwa 10 raka’at diklasifikasikan sebagai sunat mu ‘ akkadah (Nabi selalu melakukan ini) dan 12 raka’at diklasifikasikan sebagai sunat ghair mu’akkad (Nabi tidak terlalu terbiasa melakukan ini).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *