USD/JPY Terkoreksi Seiring Fluktuasi Sentimen Pasar

Pasangan mata uang USD/JPY melemah pada kisaran 104.00 dalam perdagangan hari ini (13/11), padahal sempat meroket pesat pada awal pekan berkat kemajuan dalam riset vaksin COVID-19. Menurut analisa forex hari ini pelaku pasar mulai khawatir lagi terhadap peningkatan jumlah kasus COVID-19 di Eropa dan Amerika, sementara vaksin belum benar-benar siap untuk diproduksi dan didistribusikan.

Gelombang kedua COVID-19 di Amerika Serikat dan Eropa telah memicu kekhawatiran lagi. Sementara itu, data GDP Inggris dan Zona Euro sama-sama meleset dari ekspektasi.

“Laporan GDP (saat ini) akan memiliki dampak minimal pada euro karena analis, termasuk kami, sekarang memperkirakan resesi ganda di Zona Euro mulai dari kuartal keempat,” kata Kim Mundy, analis dari Commonwealth Bank of Australia (CBA), dalam sebuah catatan yang dikutip oleh Reuters.

Sejumlah pimpinan bank sentral dunia memeringatkan bahwa krisis akibat pandemi COVID-19 ini masih akan terus berlangsung hingga beberapa waktu ke depan. Meskipun riset vaksin Pfizer dan BioNTech tampaknya efektif lebih dari 90 persen, masih ada banyak ketidakpastian hingga perekonomian benar-benar pulih.

“Dari sungai besar ketidakpastian, sekarang kita melihat sisi seberangnya,” kata Presiden ECB Christine Lagarde dalam sebuah diskusi panel dengan Ketua Fed Jerome Powell dan Gubernur BoE Andrew Bailey, “Tapi saya tidak ingin berlebihan tentang vaksinasi ini, karena masih ada ketidakpastian (tentang produksi dan distribusi vaksin -red).”

Permintaan pasar terhadap yen dan beberapa safe haven lain kembali mencuat di tengah situasi ini. Namun, minat pasar terhadap aset-aset high risk masih cukup tinggi. Poundsterling juga kembali menanjak dalam perdagangan hari ini ke kisaran 1.3150-an, setelah sempat terjungkal ke kisaran 1.3100 pasca rilis data GDP Inggris Kuartal III/2020 yang mengecewakan kemarin. Dolar Australia juga mengalami kenaikan tipis pada kisaran 0.7240-an versus dolar AS.

“Ada alasan untuk optimistis tentang pemulihan ekonomi global, serta berakhirnya pandemi kelak pada tahun depan, meski kita belum keluar dari marabahaya untuk saat ini,” kata pakar strategi senior NAB, Rodrigo Catril, “Aussie terus mencari angin di atas 73 sen.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *